Strategi Memasuki Pasar Internasional

0
23
strategi-memasuki-pasar-internasional

strategi bisnis internasional

Muslihat penetrasi pasar didasarkan di pandangan jangka panjangnya peluang-peluang di dalam pasar internasional. Dalam hal ini perusahaan mendukung langkah masuk ke pasar dengan komitmen sumber daya yang berat pada memburu profitabilitas jangka panjang melalui penetrasi pasar. Tuk beberapa perusahaan, hal di sini. dapat berarti investasi langsung dalam berbagai fasilitas pabrikasi lokal atau akuisisi perusahaan lokal. Hubungan pemasaran yg lebih lama dibina buat memastikan bahwa produk serta reputasi perusahaan dikenal lalu diterima dengan baik.

Kontak yang kuat dengan kalangan pelanggan, pemasok, toko distribusi, dan pemerintah dipupuk. Perusahaan memakai produk dan jasanya untuk kebutuhan pasar internasional.

strategi bisnis internasional

Strategi penetrasi pasar mengakui bahwa mungkin terdapat kompetisi langsung dengan perusahaan domestik dan perusahaan internasional lainnya. Banyak perusahaan industry memulai ekspansi internasionalnya dengan mengekspor barang-barang atau jasa ke negara lain. Melakukan ekspor tidak memerlukan biaya untuk membangun kegiatan operasi dalam negara tua rumah, namun para ekspontir harus mendirikan beberapa sasaran untuk memasarkan dan mendistribusikan produk-produk mereka.

Dalam hal pemberian lisensi dan pabrikasi kontrakan, manaJemen perlu memastikan bahwa produksinya memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Pekerjaan patungan juga membatasi kadar pengendalian manajemen atas operasi internasional dan bisa jadi sebuah sumber konflik dalam sangat tajam di mana tujuan dan sasaran dari para mitra adalah berbeda-beda. Anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya memberikan kontrol dalam paling kuat, tetapi memerlukan komitmen sumber daya manusia yang sangat besar.

Keputusan cara masuk juga patut memperhitungkan kadar pengendalian dalam dibutuhkan oleh manajemen bersama kiprah bisnisnya di dalam pasar internasional. Cara-cara masuk dengan kucuran sumber daya yang minimal, seperti pengeksporan secara tidak langsung, menyediakan sedikit atau tidak ada pengendalian atas perkembangan pasar internasional dan juga atas kondisi di bawalmya produk atau jasa dipasarkan dalam luar negeri. Konsekuensinya, produk mungkin akan dikenakan harga yang terlalu mahal ataupun terlalu murah, mengakibatkan melayangnya penjualan atau keuntungan potensial. Produk mungldnjuga disimpan selakuala, menurut, buruk, mengakibatkan kerusakan fisik produk.